Assalamu'alaikum Wr. Wb. Welcome,
Di blog saya Dewi Yunita. Dalam postingan kali ini saya akan mengulas Produksi
dan Proyeksi Keuangan.
Produksi merupakan suatu
kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan
benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan
menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa.
Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan
bentuknya dinamakan produksi barang.
Produksi
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran.
Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang
mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu proses produksi disebut
Produsen.
Proses
produksi merupakan salah satu tahapan penting dalam sebuah usaha yang yang
harus direncanakan dan dipikirkan dengan matang karena berkaitan dengan biaya
yang dikeluarkan dan kualitas barang/jasa yang dihasilkan. Sebelum melakukan
produksi, pastikan seluruh biaya dihitung dengan benar yang bertujuan supaya
tidak terjadi kerugian.
Dalam
memproduksi suatu barang/jasa, seorang pengusaha haras mengetahui sumber daya
utama, yaitu;
1.
Peralatan yang digunakan
Dalam membuat suatu produk
pasti dibutuhkan alat-alat untuk mendukung proses produksi. Selain mengeluarkan
biaya untuk pengadaan peralatan, terdapat juga beberapa biaya-biaya yang harus
dikeluarkan pada awal usaha supaya usahanya berjalan lancar, seperti;
a. Biaya promosi awal
b. Biaya sewa Tempat
c. Biaya Resiko
d. Uang untuk membeli bahan baku awal produksi
2.
Memahami dengan pasti alur proses produksinya
Untuk
memastikan barang atau jasa yang diproduksi memiliki kualitas yang baik,
pengusaha harus memahami setiap tahapan dalam produksi yang dilakukan.
Biaya
Produksi
Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk yang akan
dijual. Biaya Produksi merupakan biaya tidak tetap, karena
besar kecilnya biaya tergantung dari sedikit/banyaknya jumlah produk yang akan
dibuat. Dalam menghitung biaya produksi, ada 3 hal yang harus diperhitungkan,
yaitu;
1.
Biaya
Bahan Baku Langsung (BBBL)
Bahan
baku utama yang digunakan dalam produksi yang tidak bisa digantikan dengan
bahan lain.
2.
Biaya
Tenaga Kerja Langsung (BTKL)
Biaya
untuk membayar orang yang melakukan proses pembuatan produk.
3.
Biaya
Pendukung
Semua
biaya yang mendukung dalam proses produksi namun diluar biaya bahan baku
langsung dan biaya tenaga kerja langsung.
Maka
jika tiga biaya-biaya diatas dijumlah total tiga biaya tersebut disebur Harga
Pokok Penjualan atau biasa disingkat HPP.
RUMUS : HPP = (A ) + ( B ) + (C)
Menetapkan
Harga Jual
Seorang
pengusaha harus menentukan harga jual suatu produk, karna biasanya pengusaha
menetapkan berdasarkan harga pasar dan juga harga pesaing. Menetapkan harga
jual dilakukan dengan cara menghitung berapa biaya produksi dan berapa jumlah
produk yang dihasilkan lalu menghitung harga jual supaya tidak mengalami rugi.
Perkiraan
Perhitungan Biaya Operasional
Jika
biaya produksi termasuk biaya tidak tetap, maka biaya operasional termasuk biaya
tetap. Dikatan biaya tetap karna biaya yang dikeluarkan jumlahnya relatif tetap
setiap bulannya.
Perhitungan
Untuk Menutup Operasional
Biaya
operasional sangat dimungkinkan keluar setiap bulan untuk mendukung jalannya
suatu usaha. Agar pengusaha tidak rugi, maka ada jumlah minimal yang harus
terjual setiap bulannya agar bisa menutup biaya operasional (BEP).
RUMUS :
BEP (Unit) = Total Biaya Operasinal
Laba kotor per
unit
Perhitungan
Balik Modal
Hal
ini dilakukan supaya seorang pengusaha bisa mengetahui kapan modal seorang
pengusaha itu kembali.
RUMUS : Balik Modal (Unit) = Total Biaya
Memulai
Laba kotor
per unit
Demikian
ulasan yang dapat saya tulis, Semoga Bermanfaat.
Wassalamu'alaikum
Wr. Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar